Senin, 06 September 2010

Lomba Blog 1OOO Kisah Tentang Ibu Persembahan Ungu & Chocolatos

1000 kisah tentang ibu


1000 kisah tentang ibu. Mengandung arti yang dalam akan banyaknya kisah atau cerita mengenai seorang ibu. Cerita yang hampir atau bahkan semua manusia mengalami cerita akan dan dengan seorang ibu. Baik kisah/cerita itu senang ataupun sedih semua pasti pernah mengalami. Karena sangat kita sadari dan kita ketahui semua manusia di bumi ini mempunya seorang IBU.
Sebuah kisah tentang ibu. Hampir setiap hari dalam hidup yang dijalani ini kita mempunyai dan mengalami sebuah cerita tentang ibu. Karena setiap hari yang kita jalani ini sangat berarti dan mempunyai cerita dengan berbagai hal yang ada termasuk dengan Ibu kita. Sebuah kalimat yang sering kita dengar “Hidup Ini Hanya Satu Kali”, maka tak salah kalau seharusnya dalam hati ini kita menganggap semua hal yang kita alami termasuk hal-hal yang kita alami dan rasakan bersama seorang Ibu sungguh sangat berarti dan tak akan pernah terlupakan untuk Kita. Sehingga apabila ada sebuah pertanyaan “Kapankah Kamu Merasakan Sebuah Pengalaman atau Kisah yang Menarik dan Tak Akan Pernah Terlupakan bersama Ibumu?”, hanya ada satu jawaban yang ada “Setiap Hari dan Sepanjang Hidupkulah kurasakan Berbagai Pengalaman yang Tak Akan pernah terlupakan bersama Ibu”.
Seorang ibu, dimanapun didunia ini pasti memiliki sesuatu yang sangat berharga untuk anaknya. Hal itu adalah sebuah kasih sayang yang tak ada habisnya dan tak akan temakan oleh jaman. Kasih saying ibu itu bisa kita ibaratkan seperti gery coklat chocolatos, akan terasa manis kita rasa kasih sayangnya seperti coklat karena diberi dengan sepenuh hati. Terasa sangat kental layaknya coklat yang ada pada cokolatos karena cinta dan kasih sayangnya sepenuhnya terhadap kita tanpa adanya pamrih sedikit dan sepersen pun
Seperti halnya apa yg telah tersirat dari lirik lagu terbaru ungu “doa untuk ibu” kita akan lebih mengetahui betapa berjasa dan berharganya seorang ibu dalam hidup kita.
“Kau memberikanku hidup” wahai ibu, tanpamu aku tidak aka ada sekarang ini dan seperti sekarang ini. “Kau memberikanku kasih sayang” yang tulus darimu ibu, sehingga aku bisa merasakan indahnya dunia. “Tulusnya cintamu, putihnya kasihmu” selalu aku rasakan sepanjang hari.  Atas semua yang kau berikan “Takkan pernah terbalaskan” walaupun aku telah berusaha.
“Hangat dalam dekapanmu” menjaga setiap hari-hariku. Melindungiku dari kejamnya dunia dan dirumulah ibu yang “Memberikan aku kedamaian” dalam hidup ini. Dengan “Eratnya pelukmu, nikmatnya belaimu” yang selalu kurasakan dalam tubuh ini, semua yang telah kau berikan dan kurasakan “Takkan pernah terlupakan” takkan mungkin sampai kapanpun dan dimanapun.
“Oh ibu terima kasih” untuk semua yang kauberikan “Untuk kasih sayang yang tak pernah usai” untuk segala yang kaukorbankan, walaupun ucapan terima kasih ini tak akan bisa membalas semua. Tapi satu hal yang pasti “Tulus cintamu takkan mampu” untuk tergantikan, untuk kulupakan dan “Untuk terbalaskan” sampai kapanpun sampai akhir hayat ini.
“Oh ibu semoga tuhan” selalu merberikan perlindunganya kepada dirimu “Memberikan kedamaian dalam hidupmu”, itulah yang selalu ada dalam doaku. “Putih “kasihmu kan abadi” selamanya “Dalam hidupku” wahai ibu.
Terlepas dari semua kasih sayang yang telah ibu kita berikan. Kita kembali pada diri kita sendiri, kita melihat kepada diri kita. Sudahkah kita memberikan kasih sayang kepada ibu kita dengan tulus dan dengan sebagaimana mestinya. Sudah kah kita berbakti kepada beliau. Memberikan kebahagian kepada beliau. Atau hal yang paling sederhana membuat beliau bahagia dan tersenyum untuk sekali saja.
Akan beberapa hal itu, didalam kepala ini dan didalam otak ini kita bertanya pada dirikita ini beberapa pertanyaan yang mungkin:
Pernahkah kau mengucapkan sebuah kata sayang yang tulus kepada ibumu?
Pernahkah kau menanyakan kabar kepada ibumu ketikau kau jauh, menanyakan bagaimana keadanya, apakah dia sudah makan?
Pernahkah kau memberikan hadiah, sebuah surprise saat dia berulang tahun?
Pernahkah kau memeluknya dengan erat?
Sudahkah kau melakukan apa yang dia inginkan dengan iklas?
Melakukan semua itu seperti apa yang kau lakuakan terhadap “pacarmu”.
Pernahkah kita berpikir lebih dalam dan logis “merenungkanya” kenapa kita tak pernah melakuakn semua hal itu, hal yang sering kita lakukan terhadap ‘pacar/pujaan kita” padahal secara jelas kita mengetahui bahwa ibu lah orang yang selama ini menyanyangi kita dari sebelum kita lahir sampai kita menjadi seperti sekarang ini, orang yang dari awal dan sampai kapanpun menjaga dan mendoakan kita dan yang sangat pasti dan jelas orang yang tak akan mungkin dan tak akan pernah mengecewakan dan mengkhianati kita.
Kapan kah kita sadar dan berinisiatif untuk melakukan semua itu, memberikan kasih sayang kepada ibu kita masing-masing dengan sepenuh hati, setulus hati tanpa ada rasa pamrih, ego atau bahkan rasa malu karena kita telah mempunyai umur atau dewasa. Berpikirlah!!! Renungkanlah!!! Kenapa dan mengapa kita mesti malu, apakah kita mencuri? Apakah kita seorang penjahat/koruptor?
Ataukah memang sudah sifat manusia “menyadari dan merasakan apa sebenarnya yang telah mereka punya selama ini ketika mereka telah merasakan ketidak adaan atau kehilangan hal itu”. Apakah kita harus terus menjadi orang yang menyesal? Menyesal dikemudian hari!
Sekali lagi dan untuk terakhir kali “BERPIKIRLAH” dan “RENUNGKANLAH dalam hati”. Selagi sebuah kesempatan itu ada bagi yang masih diberikan kesempatan untuk melakuknya. Ungkapkanlah rasa sayang dan kasihmu yang dalam terhadap ibumu dengan tulus dan sepenuh hati tanpa ada perasaan-perasaan yang menghalangi perasaanmu itu.
Untuk yang telah merasakan kehilangan itu, aku mohon maaf, namun semuanya juga masih belum terlambat, kamu masih hidup, masih ada didunia ini. Berdoalah untuk beliau, berbuatlah kebaikian sebagaimana mestinya. Jadilah orang yang baik seperti apa yang beliau inginkan, sehingga beliau bisa tersenyum disana. Disisi ALLAH.
Semua ini agar kita SEMUA takterkecuali DIRIKU sendiri kembali berpikir dan merenungkanya.
Aku sadari dan mungkin kalian juga menyadarinya.. Dalam hati ini aku memiliki rasa malu untuk mengungkapakan rasa sayang kita terhadap ibu dan ayah orang tua kita, rasa malu itu karena kita berpikir kita telah dewasa, namun sebenarnya kita tak sebenar-benarnya berpikir, karena pernah kah kita berpikir apa yang orang tua kita rasakan. Mereka telah dengan setulus hati membesarkan kita. Namun, setelah kita besar satupun ucapan sayang dan rasa cinta tak pernah kita ucapaka.
Bersyukurlah bagi kawan-kawan semua yang dari awal tak pernah memiliki rasa malu untuk mengungkapkan rasa sayang tersebut…karena kalian telah selangkah didepan kami yang memiliki rasa malu tersebut untuk membahagiakan hati Ibu dan Ayah kalian “Orang Tua Kalian”..
Mungkin ini saatnya untuk kita berubah dan mengubah itu semua. Mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih baik. Mulai mencoba untuk tidak sungkan menunjukkan sebesar apa kasih sayang kita kepada seorang Ibu, mengerjakan sesuatu yang diperintahkanya dengan iklas dan tulus hati….
Teringat akan semua ini. Aku teringat sebuah slideshow yang ditunjukkan oleh salah satu dosen kepada kami mahasiswanya. Apabila kita memahmi isi slidesow tersebut, kita akan mendapatkan sebuah makna dan sebuah pembelajaran. (untuk saling berbagi slideshow tersebut dapat di download disini)
Terakhir kata. Aku mengucapkan terimakasih banyak untuk meluangkan waktunya membaca ini semua. Bila ada salah – salah kata, hanya bisa berucap memohon maaf untuk segala hal. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dan memberikan inspirasi untuk terus maju menjadi orang yang lebih baik, lebih patuh dan sayang kepada sang Ibu dan terakhir “Salam Hangat Untuk Semua Ibu di Dunia yang Telah Sangat Berjasa Kepada Seluruh Anak-Anak yang Ada di Dunia ini”.
Tentang ibu…
Sejenak ku termenung dalam angan pikiran…
Melihat lebih dalam yang sebenarnya terlihat namun tak kulihat…
Merasakan lebih dalam yang dapat kurasa tapi tak pernah sadar kurasa…
Melihat dan merasakan sebuah kasih sayang yang tak ada tara
Kasih sayang seorang ibu…

Beberapa hal yang perlu diingat akan hidup :
Setiap manusia mempunyai kesempatan…
Kesempatan untuk berubah, merubah semua…
Menjadi sesuatu yang lebih baik…
Kehidupan yang lebih baik…”